Seorang Ibu Panik Anaknya Kejang Tapi Ditolak RS

Seorang Ibu Panik Anaknya Kejang Tapi Ditolak RS

Seorang Ibu Panik – Seorang bunda panik, sebab anaknya hadapi demam serta kejang- kejang. Si bunda ditolak oleh rumah sakit sebab tidak mempunyai BPJS Kesehatan. Kesimpulannya, ia memohon dorongan ke polisi buat bawa anaknya berobat ke Rumah sakit Bhayangkara.

Cerita itu viral di media sosial( medsos). Bunda itu bernama Menah serta suaminya Suhendri. Mereka tinggal di suatu kontrakan berdimensi dekat 3 x 5 m, di Kota Serbu, Banten.

Menah menceritakan putrinya yang bernama Natasya( 3), hadapi sakit pada Kamis, 2 April 2026. Besok hari, Jumat, 3 April 2026, ia bawa anaknya berobat. Tetapi sebab tidak mempunyai BPJS, penyembuhannya ditolak oleh rumah sakit.

Baca Juga : Pelaku Maling Motor Di Sukabumi Babak Belur Di Hajar Massa

Peristiwa Seorang Ibu Panik Ketika Sang Anak Kejang Tapi Ditolak RS

“Peristiwa hari Jumat, Pekan kemarin, itu semalem doang, demamnya besar, waktu di cek itu 37 koma berapa gitu,” ucap Menah, di rumahnya, Jumat,( 10/ 04/ 2026).

Ia bersama suami tiba ke rumah sakit cuma berbekal Pesan Penjelasan Tidak Sanggup( SKTM), sebab tidak mempunyai BPJS. Tetapi SKTM saja tidak sanggup membuat rumah sakit buat membagikan penyembuhan ke Natasya, anak berumur 3 tahun.

” Kejang di rumah iya, terus di jalur pula iya, cocok ingin nyampe rumah itu kejang lagi abis ditolak di rumah sakit itu,” terangnya.

Dikala di jalur kembali mengarah rumah, anaknya kembali kejang. Ia kesimpulannya memohon dorongan ke polisi yang lagi bertugas, Brigadir Decky Zulkarnaen, beserta temannya. Polisi menolong bawa Natasya ke Rumah sakit Bhayangkara Polda Banten, buat menemukan perawatan kedokteran.

” Waktu di cek itu 37 koma berapa gitu. Dikasih obat paracetamol sama obat anti kejang.( Kembali dari rumah sakit) dikasih obat, Alhamdulillah saat ini udah sehat,” jelasnya.

Situs Abangempire yang resmi dan penuh kesempatan menang hari ini!

Frazer Middleton Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *