Ratusan Nasabah Geruduk – Investasi yang dinaungi dalam Sensenow AI( SNAI) menggeruduk kantor titik pelayanan SNAI Kudus Jawa Tengah. Aksi tersebut selaku wujud keluhan atas janji keuntungan investasi trading yang dijanjikan, tetapi sampai saat ini belum pula dicairkan pihak manajemen SNAI.
Mereka yang merasa tertipu atas janji keuntungan yang menggiurkan itu, menghadiri kantor SNAI Kudus pada Pekan( 11/ 1/ 2026). Posisi kantor terletak di Jalur Raya Kudus–Jepara Kilometer 3, RT 3/ RW 1, Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.
Kronologi Ratusan Nasabah Geruduk Datangi Kantor SNAI
Semenjak pagi hari, ratusan nasabah mulai berdatangan serta memadati taman kantor pelayanan SNAI yang diprediksi sudah menghimpun dana investasi dari 3. 500 orang nasabah.
Dikala terletak di kantor itu, mereka menyuarakan kekecewaannya terhadap pengelola SNAI yang dinilai tidak membagikan kejelasan atas pengelolaan dana yang sudah mereka setoran.
Para nasabah ini mengaku dijanjikan kemudahan penarikan dana oleh manajemen SNAI. Tidak hanya itu, nasabah pula dijanjikan keuntungan dari sistem trading investasi yang ditawarkan.
Tetapi realitasnya, dana yang mereka setorkan malah tidak kunjung dapat ditarik. Keadaan tersebut merangsang keresahan serta kemarahan ribuan nasabah.
Nasabah Irwan Junaidi Membeberkan Kejadian Yang Menimpa Dirinya
Salah satu nasabah SNAI, Irwan Junaidi, mengaku sudah menyetorkan beberapa duit kepada industri investasi tersebut. Harapannya, ia memperoleh keuntungan cocok skema yang ditawarkan oleh pihak manajemen.
Tetapi belum lama, kata Irwan, akses penarikan dana hadapi hambatan sampai membuat banyak nasabah merasa dirugikan.
“ Kami cuma mau duit modal kami kembali. Ini duit hasil jerih payah kami. Tujuan kami tiba ke mari buat memohon pertanggungjawaban atas dana pinjaman serta saldo yang hingga saat ini belum pula cair,” ucap Irwan.
Baca Juga : BMKG Ungkap Penyebab Gempa Yang Guncang Talaud Sulut
Dalam aksi tersebut, ratusan nasabah menekan pengelola manajemen SNAI Kudus membagikan uraian secara terbuka serta bertanggung jawab atas dana yang sudah dikumpulkan.
Mereka pula menuntut kepastian pihak manajemen SNAI dikala pengembalian dana, supaya tidak memunculkan keresahan yang lebih luas di tengah warga.
Kegelisahan ribuan nasabah mulai memuncak semenjak 5 Desember 2025 kemudian. Perihal itu sehabis terdapatnya kebijakan manajemen SNAI buat akumulasi modal sampai 2 kali lipat dari dana dini yang sudah disetorkan.
Tetapi nyatanya sampai saat ini, miliaran dana nasabah yang dijanjikan tidak kunjung dapat dicairkan.
Tergiur Keuntungan Besar
Kekecewaan yang sama pula dilontarkan nasabah SNAI yang lain. Kristian, menarangkan kalau Sensenow AI bergerak di bidang trading dengan skema penyertaan modal dini minimun 100 dolar Amerika Serikat serta tanpa batasan optimal investasi.
Kristian mengaku kalau para nasabah tertarik bergabung serta menyetorkan modal ke SNAI, sebab dijanjikan keuntungan lewat sistem trading berbasis sinyal.
“ Nasabah menerima sinyal trading yang diklaim berasal dari Dokter. David Anderson, yang dikirim 2 kali satu hari, jam 12. 00 Wib serta 20. 00 Wib. Tetapi dalam perjalanannya, sistem ini tidak berjalan cocok harapan,” jelas Kristian.
Yang mengejutkan, beberapa nasabah pula dimohon manajemen SNAI mengembalikan dana pinjaman yang seketika masuk ke rekening mereka pada 5 Desember 2025. Tujuannya supaya akun nasbah senantiasa aktif.
Kristian menyebut kalau manajemen SNAI menjanjikan dana nasabah tersebut dapat dicairkan pada dini Januari 2026. Tetapi realitasnya sampai saat ini dana pinjaman ataupun modal malah tidak dapat ditarik.
“ Sehabis kami mentransfer dana pinjaman, katanya dapat cair dini Januari. Tetapi kenyataannya, dana pinjaman lenyap serta modal pula tidak dapat dicairkan,” tukas Kristian dengan nada jengkel.
Situs Rajabotak yang resmi dan penuh kesempatan menang hari ini!






Leave a Reply