Bagi para penggemar franchise ikonik Predator, Predator: Hunting Grounds menawarkan kesempatan unik untuk terjun langsung ke dalam perburuan, baik sebagai pemburu maupun yang diburu. Dikembangkan oleh IllFonic dan awalnya diterbitkan oleh Sony Interactive Entertainment (kini oleh IllFonic Publishing), game Raja Botak ini dirilis pada 24 April 2020 untuk PlayStation 4 dan PC, dengan port PlayStation 5 dan Xbox Series X|S yang menyusul pada 1 Oktober 2024. Predator: Hunting Grounds adalah asymmetrical multiplayer shooter yang membawa ketegangan film klasiknya ke dunia game.
Latar Belakang Cerita dan Konsep Asimetris
Game ini tidak memiliki plot tunggal yang mendalam seperti campaign single-player tradisional. Sebaliknya, Predator: Hunting Grounds mengambil inspirasi langsung dari film Predator pertama, menempatkan pemain dalam skenario yang berulang: sebuah tim elit yang terdiri dari empat prajurit paramiliter (Fireteam) dikerahkan ke lokasi hutan terpencil di Amerika Selatan untuk menyelesaikan misi-misi militer (seperti menghancurkan sarang narkoba atau mengambil intel). Namun, mereka tidak sendirian. Mereka sedang diburu oleh satu pemain lain yang mengendalikan Predator, makhluk alien pemburu yang legendaris.
Konsep asimetris 4v1 adalah inti dari gameplay. Fireteam harus bekerja sama, menyelesaikan objektif mereka, dan berjuang untuk bertahan hidup melawan ancaman tak terlihat. Sementara itu, pemain Predator memiliki misi tunggal: berburu dan mengeliminasi setiap anggota Fireteam, mengumpulkan tengkorak mereka sebagai trofi, dan memastikan tidak ada yang lolos.
Baca juga : Heavy Rain: Melangkah ke dalam Thriller Psikologis Penuh Pilihan by Raja Botak
Gameplay Predator: Hunting Grounds : Dinamika Hunter vs. Hunted
Gameplay di Predator: Hunting Grounds sangat kontras tergantung pada peran yang Anda mainkan:
- Sebagai Fireteam: Pemain berada dalam perspektif first-person. Mereka harus bergerak secara kohesif, menggunakan lingkungan sebagai cover, dan memanfaatkan persenjataan militer standar (senapan serbu, senapan gentar, granat). Misi mereka melibatkan penyelesaian objektif yang beragam sambil terus-menerus waspada terhadap kehadiran Predator. Komunikasi tim dan kemampuan untuk menjaga jarak dari Predator sangat krusial. Jika Predator berhasil dirobohkan, Fireteam bahkan bisa menang dengan menghentikan Predator untuk menghancurkan diri.
- Sebagai Predator: Pemain berada dalam perspektif third-person. Predator memiliki akses ke teknologi Yautja yang ikonik:
- Perkamuflase Optik (Cloaking): Membuat Predator hampir tidak terlihat, memungkinkan pendekatan stealth.
- Thermal Vision: Untuk melacak mangsa melalui panas tubuh.
- Plasma Caster: Senjata bahu bertenaga yang menembakkan proyektil energi.
- Wrist Blades, Combi-Stick, dan Smart Disc: Untuk pertarungan jarak dekat yang brutal.
- Leaping dan Tree-Climbing: Mobilitas luar biasa yang memungkinkan Predator bergerak cepat di kanopi hutan.
Sebagai Predator, strateginya adalah mengamati, melacak, memisahkan mangsa, dan menyerang pada saat yang tepat. Terlibat dalam pertarungan frontal melawan seluruh Fireteam yang terkoordinasi seringkali berarti kekalahan.
Atmosfer, Kustomisasi, dan Warisan Film
Game ini berhasil menangkap atmosfer tegang dari film Predator. Suara khas Predator yang “mengklik” atau raungan samar akan membuat pemain Fireteam merasa terus-menerus diawasi. Lingkungan hutan yang lebat dan seringkali gelap menambah rasa paranoia.
Predator: Hunting Grounds juga menawarkan opsi kustomisasi untuk kedua belah pihak. Pemain dapat membuka berbagai kelas Predator, skin armor, dan senjata, termasuk beberapa yang terinspirasi dari film-film Predator lainnya. Untuk Fireteam, ada berbagai loadout, perk, dan pilihan Raja Botak kosmetik untuk menyesuaikan tentara mereka. Bahkan, karakter ikonik seperti Dutch dari film pertama (diperankan oleh Arnold Schwarzenegger) dan Isabelle dari Predators (diperankan oleh Alice Braga) juga tersedia sebagai DLC, memberikan fan service yang signifikan.
Meskipun menerima ulasan yang beragam saat dirilis, Predator: Hunting Grounds terus diperbarui oleh IllFonic, meningkatkan gameplay Raja Botak dan menambahkan konten baru. Bagi penggemar berat Predator yang mencari pengalaman berburu dan diburu yang otentik, game ini menawarkan kesempatan untuk hidup di dunia Yautja.






Leave a Reply