Kisah Mengharukan Wanita Disabilitas 15 Tahun Derita Benjolan

Kisah Mengharukan Wanita Disabilitas 15 Tahun Derita Benjolan

Kisah Mengharukan Wanita – Seorang wanita penyandang disabilitas bernama Kolastika Angelina Woga( 30), masyarakat Dusun Maget, Desa Wolomotong, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, NTT telah lama bergumul dengan penyakitnya serta belum tertangani secara kedokteran.

Kolastika, yang akrab disapa Tika, sudah hadapi pembengkakan pada bagian pipi semenjak dekat 15 tahun kemudian. Tikda belum berobat kedokteran buat mengecek tonjolan aneh itu.

Bersamaan waktu, keadaan tersebut makin memburuk serta saat ini memunculkan rasa perih hebat yang mengusik kegiatan tiap hari dan mutu hidupnya.

Kisah Mengharukan Wanita Sehari Hari

Ibunda Tika, yang tiap hari menggantungkan hidup dari berjualan santapan kecil, mengatakan keterbatasan ekonomi jadi penghalang utama untuk keluarga buat mengakses layanan kesehatan yang mencukupi.

Keadaan raga Tika selaku penyandang disabilitas pula memperberat upaya keluarga buat bawa yang bersangkutan memperoleh perawatan lanjutan.

“ Dahulu kami tidak ketahui jika penyakit ini hendak jadi separah saat ini. Dikala ini telah sangat sakit, tetapi kami betul- betul tidak memiliki bayaran buat berobat,” tutur si bunda dengan suara lirih dikala ditemui di kediamannya.

Dia mengaku lebih dahulu pemerintah wilayah pernah menghadiri rumah mereka buat melaksanakan pendataan serta dokumentasi keadaan Tika. Tetapi sampai saat ini, keluarga belum merasakan terdapatnya tindak lanjut nyata berbentuk penyembuhan, referensi kedokteran, ataupun dorongan kesehatan.

Baca Juga : Ratusan Nasabah Geruduk Kantor SNAI Kudus Karena Ini

Harapan Keluarga

Keadaan ini memunculkan keprihatinan mendalam dari keluarga. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sikka bisa lekas mengambil langkah konkret buat menolong Tika mendapatkan hak bawah atas layanan kesehatan.

“ Kami berharap pemerintah betul- betul muncul. Tika perlu pertolongan kedokteran secepatnya. Jangan hingga terdapat masyarakat yang sakit bertahun- tahun tanpa penindakan,” ucap Aris, keluarga Tika.

Ia menilai, apa yang dialami Tika bukan sekadar persoalan individu. Menurutnya, hal itu menjadi ujian tanggung jawab negara dalam menjamin perlindungan dan pemenuhan hak dasar warga negara. Perhatian tersebut penting, terutama bagi penyandang disabilitas sebagai kelompok rentan.

Diharapkan, perhatian dan langkah cepat dari pemerintah daerah dapat segera dilakukan. Dukungan lembaga kesehatan dan pihak terkait lainnya juga dibutuhkan. Hal ini menjadi wujud nyata kehadiran negara bagi warga yang membutuhkan. Selain itu, langkah tersebut diharapkan mampu mencegah kasus serupa terulang di kemudian hari.

itus Tuankuda yang resmi dan penuh kesempatan menang hari ini!

Frazer Middleton Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *