Gadis Belia Di NTT – Masyarakat Desa Roboaba, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur( NTT). bernama samaran GMGR ditemui wafat, Sabtu( 7/ 2/ 2026). Wanita 28 tahun ini ditemui gantung diri di rumahnya. Diprediksi, korban mengakhiri hidup sebab permasalahan asmara dengan pacarnya FN.
Dugaan Gadis Belia Di NTT Gantung Diri Karena Hubungan Asmara
Dugaan ini diperkuat dari obrolan terakhir via WhatsApp antara korban dengan pacarnya. Dalam komunikasi itu, korban ikut serta cekcok dengan si pacar.
” Keduanya terakhir berbicara pada Sabtu siang dekat jam 14. 16 Waktu indonesia tengah(WITA)” ungkap Kapolres Sabu Raijua, AKBP Paulus Naatonis, Senin 9 Februari 2026.
Korban ditemui tidak bernyawa oleh rekannya ialah Marlin( 38). Dikala itu, Marlin hendak mengajak korban buat mencari gurita serta ikan di tepi laut pada Sabtu petang. Marlin memanggil korban tetapi tidak terdapat jawaban. Sedangkan pintu kamar korban dalam kondisi terkunci dari dalam.
Marlin mengetuk pintu tetapi tidak terdapat respons dari korban. Kemudian ia mengintip ke kamar korban lewat jendela rumah. Marlin kaget memandang korban dalam kondisi bergantung di dalam kamar. Ia berteriak memohon tolong.
Baca Juga : Bocah Sukabumi Tertembak Senapan Angin Sang Ayah
Orang sebelah juga berdatangan. Harlince yang pula kepala urusan( Kaur) Desa Roboaba setelah itu membuka pintu kamar korban buat memandang keadaan korban.
” Sebagian jam saat sebelum ditemui, korban pernah berdialog dengan keponakannya yang dikala itu masuk ke dalam rumah serta meminjam charger hp kepunyaan korban. Tetapi korban menanggapi kalau charger hp masih dipakai korban sehingga ia menyuruh keponakan buat menunggu,” jelasnya.
Saudara korban menuturkan, sepanjang ini korban tidak terdapat permasalahan di rumah ataupun dengan orang lain. Diprediksi kokoh korban bunuh diri sebab tidak terima dengan perlakuan pacar korban yang kerap mengabaikan korban.
Tolak Autopsi
Sehabis menemukan laporan, Polisi langsung menghadiri posisi serta melaksanakan olah TKP. Dokter Puskesmas Seba, dokter Nindy Amtaran melaksanakan visum serta membenarkan tidak terdapat kekerasan raga di badan korban.
” Korban murni bunuh diri. Tetapi buat membenarkan pemicu kematian korban perlu pengecekan dalam ataupun otopsi,” ucapnya.
Keluarga korban yang melihat langsung proses visum, ikhlas menerima kematian korban. Mereka juga membuat pesan penolakan autopsi serta statment menerima kematian korban.
” Jenazah korban telah diserahkan ke pihak keluarga buat dimakamkan,” tutupnya.
Situs Pausempire yang resmi dan penuh kesempatan menang hari ini!






Leave a Reply